Nelayan Paloh Mengikuti Sekolah Lapang Cuaca Nelayan 2022

slcn stamar pontianak

Stasiun Meteorologi Maritim Pontianak menggelar Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) pada tanggal 22 – 23 Juni 2022 bertempat di Aula Desa Sebubus – Paloh, Kabupaten Sambas. Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) merupakan kegiatan yang diselenggarakan dengan konsep sekolah lapang untuk memberikan informasi kepada nelayan dan masyarakat dalam pemanfaatan produk informasi cuaca dan iklim laut BMKG guna mendukung kegiatan sektor perikanan dan kelautan dalam melaksanakan kegiatan perikanan, sehingga dapat meminimalisir dampak buruk yang diakibatkan oleh cuaca dan iklim di kegiatan perikanan.

Tema yang diangkat dalam SLCN 2022 adalah “Dengan SLCN, Nelayan Hebat Selamat dan Sejahtera”

SLCN BMKG Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2022

Kegiatan ini diikuti oleh 100 Peserta yang terdiri dari unsur Nelayan, Penyuluh Perikanan dan Perwakilan dari Dinas Perikanan Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sambas. Dengan mempertimbangkan protokol kesehatan, kegiatan dibagi menjadi 2 hari dengan masing – masing peserta berjumlah 50 orang perhari.

Kegiatan SLCN ini secara resmi dibuka oleh Anggota Komisi V DPR RI, Bpk H. Syarif Abdullah Alkadrie, SH, MH melalui zoom meeting.

Melalui sambungan zoom meeting, Bpk. H.Syarif Abdullah alkadrie, SH, MH berharap agar melalui SLCN ini diharapkan nelayan bisa betul-betul mengerti dengan apa yg diberikan oleh instruktur berkaitan dengan penguasaan, berkaitan dengan pengetahuan terhadap cuaca. Cuaca merupakan suatu hal yang sangat fundamental yang sangat menentukan utamanya bagi para nelayan, utamanya bagi keselamatan, sehingga waktu yang tepat saat melaut perlu diperhatikan. Dengan kita mengetahui dan belajar cuaca maka kita bisa manfaatkan sehingga nelayan dapat melaksanakan kegiatan secara terarah, terencana sehingga mendapatkan hasil yang maksimal.

Berkaitan dengan hasil, nelayan bisa tahu waktu yang tepat dan lokasi ikan yang dapat digunakan untuk meningkatkan penghasilan. Sehingga tema “Dengan SLCN, Nelayan Hebat, Selamat dan Sejahtera” dapat tercapai.

Disisi lain, melalui sambungan zoom meeting, Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto, M.Si menjelaskan bahwa BMKG telah melaksanakan kegiatan SLCN sejak Tahun 2016. Melalui SLCN diharapkan agar nelayan dan masyarakat pesisir yang berkegiatan di laut dapat memahami dan dapat terbantu dengan produk informasi cuaca dan iklim maritim yang dapat diaplikasikan untuk mendukung kegiatan sehari-hari, khususnya dalam kegiatan melaut. Kearifan lokal yang dimiliki oleh nelayan dapat dipadukan dengan teknologi dan iptek yg miliki BMKG sehingga bisa disinergikan untuk membantu nelayan untuk dapat melaut lebih baik sehingga hasil tangkapanya lebih banyak. Diharapkan juga ada perubahan mindset dari “mencari ikan” bisa dirubah perlahan menuju mindset “menangkap ikan” karena info lokasi ikan sudah ada di inawis BMKG.

Pemilihan lokasi di Kalbar didasari bahwa Kalbar sangat berperan dalam menyumbang komoditi ikan, secara nasional peran perairan juga penting sebagai sumber pendapatan daerah.

Sementara itu, Kepala Stasiun Metereologi Maritim Pontianak, Slamet Wiyono berharap kegiatan itu dapat meningkatkan pemahaman nelayan dalam mendukung kegiatan perikanan, utamanya terkait dengan faktor keselamatan nelayan di laut.

Kepala Dinas Perikanan Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sambas, dr. Ganjar Eko Prabowo dalam sambutannya menyampaikan bahwa kondisi cuaca dan iklim yang ekstrim di pesisir pantai, tentu menjadi perhatian kita bersama agar hal ini dapat diwaspadai dan dilakukan mitigasi.

“Disektor aktifitas perikanan ada beberapa permasalahan terkait hal ini, seperti kesulitan nelayan tangkap saat akan menangkap ikan dimana kondisi selalu berubah.”ujarnya

Sebagai Informasi, kegiatan ini dihadiri secara online oleh Anggota Komisi V DPR RI, Bpk. H. Syarif Abdullah Alkadrie, SH, MH, Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Bapak Guswanto, M.Si serta KUPT Stasiun Meteorologi Maritim dan Mandatori seluruh Indonesia.

Kegiatan dihadiri juga secara offline oleh Kepala Dinas Perikanan Peternakan dan kesehatan Hewan Kabupaten Sambas, Koordinator BMKG Provinsi Kalbar, Kepala UPT BMKG Propinsi Kalimantan Barat serta seluruh Forkompimcam Kecamatan Paloh yang terdiri dari Camat, Danramil, Dan Pos TNI-AL, Kapolsek, Kades, Ketua BPD dan Tokoh Adat.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *